![]() |
| Dokumentasi Penyerah Hasil Proyek Website E-Commerce untuk UMKM |
Salah satu tantangan dalam pendidikan tinggi saat ini adalah menghadirkan proses pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknik Informatika STMIK DCI mengimplementasikan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Komputer Masyarakat (KOMAS) melalui kegiatan pendampingan pengembangan e-commerce dan digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program yang berlangsung selama dua bulan ini melibatkan 97 mahasiswa angkatan 2022 yang bekerja secara langsung bersama UMKM mitra. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep di ruang kelas, tetapi juga terlibat dalam proses identifikasi kebutuhan, analisis permasalahan, perancangan solusi, hingga implementasi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
Fokus kegiatan diarahkan pada pengembangan platform digital yang mendukung aktivitas bisnis UMKM, seperti website perusahaan atau e-commerce. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan terkait strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, pemanfaatan marketplace, serta penerapan teknik copywriting untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Mereka dituntut untuk mengintegrasikan pengetahuan teknis dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah yang diperlukan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Pendekatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berkontribusi melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Salah satu capaian yang membanggakan dari program ini adalah keberhasilan mahasiswa mengembangkan sebanyak 97 website yang terdiri atas platform e-commerce, landing page, dan company profile bagi UMKM mitra. Produk digital tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, memperkuat identitas merek, serta meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan di era ekonomi digital.
Dari sisi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu mahasiswa peserta program mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman yang sangat bermakna karena memberikan kesempatan untuk membantu masyarakat melalui penyediaan platform digital yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan usaha.
Respons positif juga datang dari mitra UMKM yang merasakan manfaat langsung dari implementasi website dan strategi pemasaran digital yang dikembangkan mahasiswa. Kehadiran platform digital tersebut dinilai mampu mendukung proses pemasaran sekaligus memperkuat branding produk secara lebih profesional.
Sebagai dosen pengampu, saya melihat bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang efektif dalam membangun kompetensi mahasiswa secara holistik. Selain menguasai aspek teknis, mahasiswa belajar memahami kebutuhan pengguna, bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan mitra, serta menghasilkan solusi yang relevan dengan permasalahan nyata di lapangan.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat yang nyata. Lebih dari sekadar memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi akademik dalam mendukung transformasi digital UMKM dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ke depan, diharapkan model pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh pengalaman belajar berbasis proyek sekaligus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat melalui inovasi dan teknologi.

